MTZ: Peringkat Kemacetan Jakarta Naik Drastis, Ini Bukti Kebijakan Belum Efektif

MTZ: Peringkat Kemacetan Jakarta Naik Drastis, Ini Bukti Kebijakan Belum Efektif

Jakarta — Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, M. Taufik Zoelkifli (MTZ), menyoroti melonjaknya peringkat Jakarta sebagai salah satu kota termacet di dunia. Berdasarkan data TomTom Traffic Index, Jakarta kini berada di urutan ke-24, naik drastis dari posisi sebelumnya di peringkat 90.

MTZ menilai data tersebut menjadi sinyal kuat bahwa kebijakan pengendalian kemacetan yang dijalankan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum sepenuhnya efektif. Menurutnya, kondisi ini harus menjadi bahan evaluasi serius agar kebijakan transportasi benar-benar mampu menjawab kebutuhan mobilitas warga secara berkelanjutan.

“Ini harus kita jadikan bahan evaluasi bersama. Artinya, kebijakan yang ada belum sepenuhnya mampu menekan tingkat kemacetan secara konsisten,” ujar MTZ, Jumat (23/1/2026).

Ia menekankan pentingnya optimalisasi layanan transportasi umum terintegrasi, khususnya TransJakarta dan Mikrotrans. MTZ menilai peran Mikrotrans sangat strategis sebagai transportasi pengumpan, namun kualitas layanan harus terus ditingkatkan agar masyarakat mau beralih dari kendaraan pribadi.

“Layanan Mikrotrans harus tepat waktu, efisien, waktu tempuhnya kompetitif, dan nyaman. Tanpa itu, sulit mengharapkan masyarakat meninggalkan sepeda motor,” jelasnya. Ia juga menegaskan bahwa pembatasan kendaraan pribadi harus dibarengi dengan penyediaan alternatif transportasi umum yang memadai.

MTZ mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan evaluasi berkala terhadap kinerja TransJakarta dan Mikrotrans, mulai dari penataan rute, evaluasi pramudi, peningkatan kualitas armada, hingga penguatan integrasi antarmoda. Menurutnya, kemacetan berdampak langsung pada produktivitas, kesehatan, dan kualitas hidup warga.

“Kalau transportasi umum makin nyaman dan pasti, kepercayaan publik akan tumbuh. Dengan kemauan politik yang kuat dan perbaikan berkelanjutan, Jakarta bisa keluar dari daftar kota termacet dunia,” tutup MTZ.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *