MTZ Usulkan Jakarta Malam Produktif, Cegah Tawuran dan Narkoba Lewat Kegiatan Positif Remaja

MTZ Usulkan Jakarta Malam Produktif, Cegah Tawuran dan Narkoba Lewat Kegiatan Positif Remaja

Jakarta – Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, M. Taufik Zoelkifli (MTZ), mengusulkan program Jakarta Malam Produktif sebagai langkah pencegahan tawuran dan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Program ini mendorong Pemprov DKI Jakarta menyediakan fasilitas olahraga gratis, pentas seni, serta berbagai kegiatan kreatif bagi anak muda, terutama pada malam akhir pekan.

Menurut MTZ, upaya menciptakan keamanan lingkungan tidak cukup hanya mengandalkan kamera pengawas (CCTV), patroli, dan penindakan hukum. Pemerintah juga harus menghadirkan kegiatan positif agar remaja memiliki ruang untuk menyalurkan energi, bakat, dan kreativitasnya.

“Jangan hanya menambah CCTV dan patroli, Pemprov juga harus menyediakan fasilitas olahraga gratis, pentas seni, dan kegiatan kreatif bagi anak muda,” ujar MTZ di Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Ia menilai Pemprov DKI sebenarnya memiliki banyak fasilitas publik yang dapat dimanfaatkan, mulai dari gelanggang olahraga (GOR), gelanggang remaja, lapangan olahraga, hingga ruang-ruang publik di tingkat kecamatan dan kelurahan.

Fasilitas tersebut dapat dibuka secara gratis pada waktu tertentu dengan pendampingan dan pengawasan yang memadai, khususnya bagi remaja di wilayah rawan tawuran.

“Lebih baik lapangan ramai oleh remaja yang berolahraga daripada jalanan ramai oleh kelompok yang hendak tawuran,” tegasnya.

MTZ mengusulkan agar kegiatan Jakarta Malam Produktif digelar secara rutin pada Jumat dan Sabtu malam. Bentuknya dapat berupa turnamen futsal, basket, bulu tangkis, pertandingan antarkampung, festival musik, pentas seni, hingga pelatihan keterampilan digital dan kewirausahaan.

Kegiatan bersama tersebut juga diharapkan mempertemukan remaja dari berbagai sekolah dan lingkungan dalam suasana yang positif, sekaligus membangun persahabatan dan mengurangi potensi konflik antarkelompok.

“Daripada saling menantang untuk tawuran, lebih baik anak-anak muda saling bertanding dalam olahraga, seni, dan prestasi,” katanya.

Untuk mewujudkannya, MTZ mendorong kolaborasi Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Pendidikan, Dinas Kebudayaan, pemerintah wilayah, karang taruna, serta komunitas kepemudaan. Pemprov dapat memberikan dukungan berupa fasilitas gratis, perlengkapan kegiatan, pembinaan, dan penyelenggaraan kompetisi secara berkala.

Program tersebut juga dapat dipadukan dengan edukasi bahaya narkoba, konseling remaja, dan penguatan peran keluarga sebagai bagian dari upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika.

MTZ menyarankan agar program dimulai dari sejumlah kelurahan dengan tingkat kerawanan tawuran tinggi sebagai proyek percontohan, sebelum diperluas ke wilayah lain. Pelaksanaannya tetap harus memperhatikan keamanan, ketertiban, pengawasan, serta jam kegiatan yang sesuai bagi pelajar.

“Jangan menunggu ada korban tawuran baru bergerak, pemerintah harus lebih dulu menghadirkan kegiatan positif dan ruang berprestasi bagi generasi muda Jakarta,” pungkas MTZ.

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *