Jakarta — Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, M. Taufik Zoelkifli atau MTZ, mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk terus memasifkan pembangunan Sumur Sampah Organik (SSO) di lingkungan permukiman. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi jumlah sampah rumah tangga yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
Salah satu pembangunan SSO dilakukan di RW 08 Kelurahan Jatinegara Kaum, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Pembangunan tersebut merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam kegiatan reses MTZ beberapa minggu yang lalu.
“Sumur Sampah Organik merupakan solusi pengelolaan sampah yang sederhana, murah, dan dapat diterapkan langsung di lingkungan masyarakat. Sampah dapur rumah tangga dapat ditangani sejak dari sumbernya sehingga tidak semuanya dibuang ke Bantargebang,” ujar MTZ pada Rabu, (22/7/2026).
SSO tersebut dibuat dengan kedalaman sekitar 1,5 meter dan luas sekitar satu meter persegi. Sumur ini digunakan untuk menampung sampah organik rumah tangga, seperti sisa makanan, sayuran, kulit buah, daun, dan sampah dapur lainnya agar dapat terurai secara alami.
Menurut MTZ yang juga Anggota Komisi B ini, pembangunan SSO sejalan dengan program pemilahan sampah di DKI Jakarta. Dalam program tersebut, hanya sampah residu atau sampah yang sudah tidak dapat diolah kembali yang seharusnya dibuang ke TPST Bantargebang. Sementara sampah organik perlu diselesaikan di lingkungan warga, sedangkan sampah anorganik yang masih bernilai dapat didaur ulang atau dikelola melalui bank sampah.
“Pemprov DKI perlu memperbanyak pembangunan SSO di setiap wilayah, khususnya kawasan permukiman padat. Program ini juga harus dibarengi dengan edukasi dan pendampingan agar warga terbiasa memilah sampah dari rumah,” kata Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah PKS DKI Jakarta ini.
MTZ menegaskan, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan pengangkutan ke Bantargebang. Dibutuhkan perubahan pola pengelolaan dengan menempatkan rumah tangga, RT, dan RW sebagai bagian penting dalam mengurangi sampah sejak dari sumbernya.
Ia berharap pembangunan SSO di RW 08 Jatinegara Kaum dapat menjadi contoh bagi lingkungan lain di Jakarta. Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, keberadaan SSO diharapkan mampu mengurangi volume sampah, menjaga kebersihan lingkungan, serta memperpanjang daya tampung TPST Bantargebang.
“Kalau pengelolaan sampah organik dilakukan secara masif dari tingkat rumah tangga, beban Bantargebang akan jauh berkurang. Lingkungan juga menjadi lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat,” pungkas MTZ.
Add a Comment