Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga Anggota DPRD DKI Jakarta, M. Taufik Zoelkifli menanggapi santai ancaman Relawan Ganjar Pranowo Center (GP Center) yang bakal mempolisikan Anies Baswedan.

Taufik justru mengingatkan jika memang mereka ingin melaporkan Anies Baswedan untuk melengkapinya dengan saksi dan bukti yang kuat.

“Santai aja lah, silahkan laporkan sesuai prosedur hukum yang berlaku, antara lain menyertakan bukti-bukti dan saksi-saksi,” ujar Taufik saat dihubungi TribunJakarta.com, Selasa (23/5/2023).

Diketahui, GP Center mengancam akan mempolisikan Anies ke Bareskrim Polri terkait pidato capres dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan itu di acara milad ke-21 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang digelar di Istora Senayan pada Sabtu (20/5/2023) lalu.

Di mana dalam pidatonya, bakal calon presiden yang diusung PKS, NasDem dan Demokrat ini membandingkan pembangunan jalan di era Presiden Jokowi dan di zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Menurut GP Center, data yang disampaikan Anies tidak benar sehingga tergolong berita bohong.

Mengenai hal itu, Taufik juga menegaskan pihaknya sama sekali tak gentar dengan ancaman yang disampaikan dari relawan lawan politik Anies.

“Sebagai orang beriman kita hanya gentar dan takut pada Allah swt, Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Taufik.

Diberitakan sebelumnya, Anies Baswedan berani bicara blak-blakan mengenai perbandingan pembangunan jalan di era Presiden SBY dan Joko Widodo dalam acara milad ke-21 PKS di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (20/5/2023).

Awalnya, Anies menyampaikan bahwa di pemerintahan Jokowi memang tercatat yang paling banyak membangun jalan tol.

“63 persen dari jalan tol berbayar di Indonesia dibangun di pemerintahan sekarang,” kata Anies.

Namun sayangnya, kata Anies, keberadaan jalan tol yang berbayar hanya dinikmati oleh masyarakat tertentu.

Sedangkan untuk jalan non tol yang dibangun Jokowi hanya 19 ribu kilometer.

Jumlah tersebut kalah jauh dari jalan non tol yang dibangun di masa SBY jadi presiden yang berkuasa sejak 2004-2014.

“Kalau coba dibandingkan dengan zaman SBY, jalan tak berbayar yang dibangun adalah 144 ribu atau 7,5 kali lipat,” papar Anies.

Dari data tersebut, untuk jalan yang masuk kategori jalan nasional atau tanggung jawab pemerintah pusat, Anies menyebut hanya 590 kilometer yang dibangun di era Jokowi.

“Di era sebelumnya (SBY) ada 11.800 kilometer, 20 kali lipat.

Kita belum bicara mutu, standar, dan lain-lain, kita bicara jalannya,” ujar Anies.

Anies menuturkan, ketika berbicara pembangunan infrastruktur, maka seharusnya semua golongan diperhatikan.

“Bahwa kita tidak bisa hanya memerhatikan tengah ke atas tapi juga yang tengah ke bawah, prinsip kesetaraan, prinsip keadilan itu yang kita harus gaungkan bersama,” kata Anies.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here