Politikus Partai Keadilan Sejahtera, Muhammad Taufik Zoelkifli buka-bukaan menyoroti manuver yang dilakukan oleh Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono.

Dirinya curiga bahwa Heru sedang mencoba untuk menghapuskan legacy dan kebijakan positif dari era Anies Baswedan.

Menurutnya, hal tersebut sudah bisa terlihat dari sejumlah pergeseran kebijakan anggaran pada beberapa program prioritas selama kepemimpinan mantan menteri pendidikan itu.

“Saya khawatir apa-apa yang baik dan diprioritaskan di era Anies itu sekarang digeser secara sistematis,” katanya saat dihubungi wartawan, Kamis (24/11/2022).

Taufik menyebut tiga program Anies yang mulai digeser sasarannya seperti program jalur sepeda. Saat ini, anggaran untuk perluasan dan peningkatan jalur sepeda dikecilkan setelah sebelumnya sempat dihapus dalam rapat komisi.

“Padahal ini dulu program prioritas di era Pak Anies yang tujuannya mendorong penggunaan moda transportasi ramah lingkungan dan mewujudkan keadilan di jalan,” kata Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta itu.

Kedua, kata Taufik, program sumur resapan saat ini tidak lagi berorientasi pada upaya mengurangi banjir dan konservasi air tanah. Kini, sumur resapan dibuat lebih dangkal tanpa jelas sasaran yang ingin dicapai.

Program unggulan Anies Baswedan yang juga mulai bergeser adalah integrasi angkutan umum dengan tarif Rp0 seperti dalam Jaklingko, sistem integrasi angkutan umum yang dikelola oleh PT Transportasi Jakarta dengan menggandeng pengelola angkutan umum di ibu kota.

Jasa layanan angkot-angkot itu dibayar bulanan berdasarkan jumlah trayek dan panjang trayek yang dijalani setiap bulannya. Pemerintah DKI lalu membayar melalui subsidi yang diberikan kepada PT Transportasi Jakarta.

“Sekarang subsidi PT TJ untuk tahun depan dikurangi. Bagaimana mau mengembangkan latanan Jaklingko,” ujar Taufik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here